Tujuh Puluh Empat

1004 Kata

Tasya menghampiri Andi yang sedang menyesap kopi hitam di bangku dekat jendela. Hari masih sangat pagi namun dia sengaja berangkat karena dia tahu jika Andi selalu berangkat lebih pagi. Dia akan kembali merengek kepada laki-laki itu supaya laki-laki itu mengabulkan permintaannya. "Selamat pagi, Pak." Sapa Tasya pelan. Dia menyembunyikan sesuatu dari balik punggungnya. "Pagi." Jawab Andi singkat setelah dia tahu siapa yang menyapanya. Mood yang semula bagus perlahan berubah sedikit buruk. Dia tahu maksud kedatangan gadis itu. Gadis itu pasti akan merayunya lagi agar memindahkannya ke departemen lain. "Bapak sudah sarapan?" Tanya Tasya pelan. "Belum. Kenapa?" Tanya Andi pelan. Dia meletakkan kopinya kembali ke atas meja. Tasya tersenyum lebar. Dia kemudian duduk didepan Andi. Tangan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN