Laura menghentikan mobil yang dia kendarai tepat pada gedung apartment. Dia menoleh ke arah John sembari melepas seatbelt. "Kau yakin bisa pulang sendiri? Telapak tanganmu—" "Aku bisa, Laura." sela John dengan cepat. "Kau sudah bertanya hal yang sama lebih dari lima kali. Aku bahkan bisa datang menemuimu tadi. Padahal tanganku belum di obati." "Yakin bisa hanya menggunakan satu tangan?" tanya Laura lagi memastikan. "Atau kau antar saja kau kembali ke rumah." lanjutnya. John sontak menahan tangan Laura yang hendak kembali memasang seatbelt. "Tidak perlu. Dengan kau yang memaksa begini membuatku malu. Aku bisa, Laura. Jika kau terus bertanya, itu justru seolah kau sedang meremehkan aku." "Ck! Kau selalu berpikiran yang buruk. Bukan meremehkanmu. Bahkan aku sama sekali tidak berpikiran u

