Bab 25

1111 Kata

Senja menggigit bibir. Menahan nyeri sekaligus gugup sembari memperhatikan gerakan tangan Steve yang terlihat lihai. Jujur ia merasa tidak nyaman. Jika tahu lebih awal cara menstimulasi seperti itu akan ia lakukan sendiri tanpa melibatkan orang lain apalagi seorang pria. Paling tidak ia bisa meminta bantuan Bi Surti jika tidak bisa melakukannya sendiri. Sementara Steve memperhatikan wajah Senja dalam-dalam. Menikmati setiap garis wajah itu dengan seksama. Hidung mancung, mata indah dengan bulu mata lentik mengemaskan, dan bibir mungil yang menggoda. Masih sama seperti dulu. Tidak ada perubahan sedikit pun, hanya terlihat lebih tirus. Ingin ia belai wajah itu. Wajah yang selalu mengganggu ingatan. Wajah yang bahkan mampu menghancurkan rumah tangganya tanpa muncul di hadapan. Steve ingat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN