"Apa, sih, Pa?" tanya Sandra mendengar omelan sang suami, sementara Lucky dan Mika hanya diam saling lirik dengan jantung yang kian berdebar-debar. "Itu Mika sama Lucky peluk-pelukan begitu," jawab Daniel kesal. "Ya namanya juga Mika lagi bahagia, wajar aja spontan meluk Lucky karena cuma ada Lucky di sana. Nanti kalau Mika meluk tembok lebih aneh lagi, Pa!" kata Sandra membela, tentu saja dia akan jadi orang pertama yang akan membela mereka berdua, "lagian, Lucky itu udah bela-belain ninggalin kerjaannya buat nemenin Mika di rumah, Lucky pasti pusing ngedengerin kecerewetan Mika dari tadi. Mama aja yang di sini pusing." Daniel hanya diam, mengusap wajahnya dengan telapak tangan lalu menghela napas seolah menyesali dirinya yang sontak mengomel tadi. "Iya, Papa ngerti," kata Daniel

