"Sis, Ca. Aku mau nganterin Mama ke bandara, nih, gimana dong?" tanya Mika cepat, sengaja untuk mengalihkan perhatian ia takut jika suasana hening terjadi lebih lama maka Daniel akan sadar dengan kalimat terakhir yang Ica ucapkan tadi. "Yah, terus kita gimana, dong?" tanya Siska sementara Ica masih saja diam menyesali kesalahannya tadi, keceplosan dan lupa kalau ada kedua orang tua di sana. "Sayang, kalau kamu mau sama teman-teman kamu juga enggak apa-apa, biar Om Lucky aja yang nganter Mama sama Papa," kata Sandra sambil menatap sang suami meminta persetujuan sang suami. "Iya, Sayang, enggak apa-apa kok kamu tetap di rumah. Biar Om Lucky yang nganterin kami karena Mas Dwi lagi ke bengkel buat servis mobil Papa," kata Mika, Sandra tersenyum karena sang suami setuju dengan keputusanny

