"Om Lucky, maafin aku," kata Mika sambil mendusel di bahu sang kekasih. "Maaf buat apa? Kenapa kamu minta maaf?" tanya Lucky sembari menatap wajah Mika yang masih terlihat sendu. "Karena aku udah raguin Om Lucky, padahal Om Lucky adalah lelaki yang memiliki niat dan tekad untuk setia sebegitu besarnya," jawab Mika lalu kembali memeluk Lucky dengan begitu erat seolah ia tidak akan melepaskannya lagi. "Selain itu ada alasan lain yang bikin Om Lucky begitu lama menyendiri. Bukan enggak laku, ya, banyak loh cewek yang naksir Om Lucky. Maklumlah, Om Lucky 'kan, ganteng!" kata Lucky sambil membusungkan dadanya, Mika tertawa geli seraya mencubit gemas pinggangnya, Lucky hanya terkekeh kecil. "Apa alasannya?" tanya Mika setelah keduanya berhenti tertawa. "Belum ada yang bisa membuat hati

