bc

A Secret Love Mr Arogant

book_age18+
7
IKUTI
1K
BACA
dark
drama
tragedy
sweet
heavy
like
intro-logo
Uraian

Sarah tidak pernah menyangka bahwa dia akan menjadi tawanan seorang mafia sekaligus billionaire yang sangat terkenal karena kekayaannya,

bermula dari Sarah yang sedang asik berjalan kaki sepulang kerja, tanpa sengaja dia melihat tragedi pembunuhan di gang buntu dekat perusahaannya.

pria tersebut menyadari jika Sarah adalah saksi mata pembunuhan yang Marcelino Andreas lakukan, namun Andreas tidak ingin melepas Sarah karena dia berfikir jika perempuan itu bisa buka mulut kapan saja.

"ampuni aku tuan" pinta Sarah dengan bibir bergetar karena takut

Marcelino tersenyum menyeringai.

"aku tidak bisa mempercayai siapapun termasuk dirimu, kau harus berada di bawah pengawasan ku sampai aku yakin kalau kau tidak akan berbuat macam-macam"

sejak saat itu, Sarah hidup dalam ketakutan di Mansion mewah milik Marcelino Andreas.

"kau terlalu cantik untuk ku buang di jalan, jadilah penghangat ranjang ku, maka kau akan hidup bergelimang harta" pungkas Marcelino

chap-preview
Pratinjau gratis
Pertemuan pertama
"sampai nanti" suara Sarah terdengar senang karena dia baru saja menyelesaikan tugasnya. Ini sudah pukul 23.00 Sarah berjalan menuju halte bus yang letaknya hanya satu blok dari tempatnya bekerja. Malam kian larut, sedikit gerimis tapi Sarah tetap berjalan tanpa memperdulikan serpihan gerimis yang jatuh di rambutnya. "b******k, berani sekali kau menghianati ku" ucap seseorang dari kegelapan Sarah mencoba untuk tidak perduli, tapi rasa penasaran nya kian memuncak ketika terdengar suara jeritan yang begitu memekikkan telinga. Sarah mencari asal suara tersebut, Seketika mata nya terbelalak saat dia melihat seorang pria yang masih terlihat cukup muda dipukuli hingga babak belur bahkan mendapatkan hujaman balok di kepalanya. Melihat kejadian tersebut, Sarah hanya mampu menutup mulutnya karena takut. Pria itu menangis histeris dan bersimpuh di kaki seorang laki-laki yang memakai setelan jas berwarna hitam. Sebuah tendangan membuat pria itu terjatuh sekali lagi. "Kau menghianati klan kami, jangan harap kau akan hidup panjang... Bukankah kau sudah tahu konsekuensinya jika menghianatiku?" Ucap nya Pria tersebut mengeluarkan sebuah pistol lalu menembakkan peluru kearah nya. Pria itu pun terjatuh, dia meregang nyawa dihadapan nya. Terdengar suara tawa yang cukup keras dari pria itu beserta anak buahnya, Melihat kejadian tersebut, tulang kaki nya seketika mati rasa, dia ketakutan bahkan menangis histeris meskipun tertahan oleh tangannya, Dia tidak ingin membuat orang-orang jahat itu mengetahui jika Sarah telah melihat semua kejadian. Saat dia hendak memundurkan langkahnya, gadis itu terjatuh karena terpeleset genangan air. Semua yang berada di sana langsung menoleh, bahkan salah satu ketua klab mereka langsung memasukan senjata lalu memerintahkan anak buahnya untuk membawa Sarah kehadapan nya. Perempuan itu menjerit hebat saat lima anak buahnya menarik pergelangan tangan gadis itu dan menyeretnya kehadapan boss nya. Sementara anak buahnya yang lain sibuk memasukan tubuh tanpa nyawa itu kedalam mobil dan pergi dari sana untuk menghilangkan jejak. Pria yang berdiri di kegelapan itu melangkah maju mendekati Sarah yang berdiri di bawah sorot lampu jalan. Perlahan, pria itu mendekat dan Sarah bisa melihat wajahnya secara langsung. Matanya terbelalak, dia tidak menyangka jika pria penembak itu ternyata masih muda bahkan tidak terlihat bahwa dia seorang mafia atau pun berandalan. Kulitnya berwarna Tan, bola mata nya biru serta rambut yang di tata rapih dan pakaian ekslusif. Sarah menelan ludahnya menatap pria yang sangat tampan itu tapi memiliki sorot mata tajam bahkan mengerikan. Pria itu tersenyum menyeringai, mendekat kearah Sarah dan menjambak rambutnya. "Kau mengintip kami nona?" Tanya nya Tubuh Sarah gemetar hebat, dia menelan ludahnya sambil menghela nafas panjang. Sekujur tubuhnya gemetar hebat, keringat dingin mulai muncul dari pori-pori kulit nya. "Aku tidak sengaja mendengar teriakannya, tuan" ucap nya sambil menangis merasakan perih di kulit kepala nya karena jambakan kasar pria tersebut. Pria itu tertawa lebar, namun terdengar menakutkan. "Kau ingin menjerit sama seperti dirinya? Katakan...di bagian mana kau ingin ku tembak? Biarkan aku membebaskan nyawamu" ujar nya Sarah melotot ketakutan, dia menangis kian kencang dan memohon ampun pada pria yang berhadapan dengan nya, Dia hanya mampu berdesis kesakitan karena pria itu tidak melepaskan cengkraman tangan dari rambutnya. "Tolong jangan bunuh aku, tuan. Aku sungguh-sungguh tidak ingin tahu urusan mu, ku mohon ampuni dan bebaskan aku" pinta nya ketakutan. Pria tampan bernama Marcelino Andreas hanya tertawa terbahak-bahak melihat wajah ketakutan perempuan itu, Dia pun melepaskan cengkraman tangan nya dari rambut perempuan tersebut. "Kau pikir, kau bisa lari dari ku begitu saja? Jangan harap!" Bisik nya Sarah menelan ludahnya, apakah dia akan merasakan hal yang sama seperti pria barusan? Tidak! Sarah tidak ingin mati begitu saja, bahkan dia masih harus melunasi semua hutang nya di perusahaan. Sarah menggelengkan kepalanya sambil memohon, namun sayang... Marcelino justru menjentikkan jarinya dan memberikan isyarat pada anak buahnya agar membawa Sarah ke Mansion nya. Tentu saja Sarah menjerit keras saat beberapa anak buahnya membawa Sarah pergi dari lokasi pembunuhan tersebut. Sementara Marcelino hanya tertawa dan melangkah masuk kedalam mobilnya. "Kau yakin akan membawa perempuan itu, tuan?" Tanya Peter penasaran. Marcelino menganggukkan kepalanya. "Tentu saja, aku tidak mau melepaskan nya karena bisa saja dia membocorkan pembunuhan itu pada pihak yang berwajib...aku tidak mau perempuan itu mengacaukan segalanya" sahut nya datar Peter kembali menatap kearah jalan raya, disini dia hanya sebagai asisten pribadi, jadi dia lebih memilih diam pada semua keputusan yang Marcelino buat. Ragar menyalakan mesin mobil dan melaju dengan kecepatan sedang menuju Mansion. Di pertengahan jalan, Peter kembali bertanya. "Bagaimana jika klan Astro mencari keberadaan Soni? Kita telah menghabisi salah satu anak buahnya yang menyusup kedalam klan kita" tanya nya Marcelino tertawa kecil, wajahnya tampak tenang bahkan setelah dia menghabisi seseorang. "Kau pikir aku akan menyerah pada klan Astro? Jika James Strada mencarinya, kau bisa bilang jika aku telah menghabisi nyawa pria itu" sahut Marcelino tanpa ekspresi. Peter terdiam, dia hanya menghembuskan nafas panjang. Dia tahu benar jika Marcelino tidak memiliki rasa takut sama sekali, dia bahkan terbilang cukup dingin namun ambisius. Pemilik saham terbesar di Gyo entertainment serta pemilik perusahaan multinasional serta pengalengan yang begitu berpengaruh di Eropa. Siapa yang tidak mengenal Marcelino Andreas, semua pengusaha berlomba-lomba untuk bekerja sama dengan pria dingin tersebut. Mereka bahkan menyebut nya Raja kekuasaan, Kini mobil yang membawa Marcelino telah sampai di halaman Mansion mewah super besar, Dia melangkah masuk kedalam rumah dan duduk di ruang tengah di mana para pelayan telah bersiap dengan minuman hangat untuk menjamu tuan nya yang baru saja sampai. "Dimana perempuan itu?" Marcelino menoleh kearah Franky yang berdiri di belakang nya. "Kami menyekapnya di ruangan paling ujung kamar atas, tuan." Jawab nya pelan Marcelino tertawa lebar, dia harus memberikan perempuan itu pelajaran karena telah masuk dan ikut campur kedalam pertempuran nya. dia bahkan dengan lancangnya melihat sesuatu yang seharusnya tidak dia lihat. perempuan itu benar-benar berani dengan tindakan nya, itulah sebabnya Marcelino ingin memberikan perempuan itu pelajaran yang seharusnya.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
196.1K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
237.5K
bc

Bukan SEX-retaris Simpanan

read
23.1K
bc

TERNODA

read
204.2K
bc

Kali kedua

read
223.0K
bc

Istri Lemah, Pengacara Kejam

read
1.5K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
23.8K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook