Ahra dan nathan masuk ke dalam rumah bersama dan dilihatnya ada Amel, Vany, Varo, Zain dan Reno
Mereka teman ahra dan nathan yang berada diruang tengah bersama Varo kakak ahra.
"Ngapain lo berdua kesini?" tanya nathan.
"Gue tadi kerumah lo, Terus kata kevin lo ga ada jadi setelah gue fikir² lo sama ahra kan udah pacaran yah gue coba kesini aja ternyata bener lo ada disini" jelas zain.
"Kok lo bisa tau rumah ahra?"tanya nathan.
"Dari ini..em ini lho than sebelah gue hehe" Kata Reno sambil ngelirik kearah Amel.
"Apa sih" Kata amel sambil nyengir.
"Ngga kok cantik" Goda reno ke Amel sambil menaik turunkan kedua alisnya setelah itu menaroh tangan kirinya ke bahu amel.
Amel pun langsung berdiri dan melempar reno dengan tas setelah itu kejar kejaran. Siapapun yang berada diruangan itu pasti tertawa melihat tingkah reno sama amel.
"Kocakk njir hahahha"tawa zain.
Setelah itu ahra yang belum sembuh total merasakan bahwa kepalanya pusing dan badannya merasa lemas. Ahra hampir terjatuh tetapi berhasil ditangkap oleh nathan.
"Kamu kenapa?" tanya nathan dan ruangan yang tadinya kayak pasar sekarang hening dan varo langsung bergegas untuk membantu ahra.
"Kenapa Raa..?" tanya varo.
"Pusing" Jawab ahra.
"Yaudah istirahat yuk aku antar kamu ke kamar" Jawab nathan dan saat ahra ingin berjalan kakinya merasa lemas.
"Kenapa"tanya nathan.
"Kaki aku lemes gabisa jalan"jawab Ahra, Tanpa berkata kata lagi Nathan menggendong ahra ala bridal style dan membawanya kekamar. Setelah itu membaringkannya ditempat tidur.
"Istirahat ya biar cepet sembuh"kata nathan sambil mengusap rambut ahra pelan dan dibalas anggukan oleh ahra setelah itu dia tertidur.
Keesokan harinya...
Ahra terbangun dari tidurnya karena sinar matahari yang masuk menembus jendela kamarnya. Dia memutuskan hari ini untuk berangkat sekolah. Ahra segera mandi dan merapikan peralatan sekolahnya itu tetapi saat ingin melangkah untuk membuka knop pintu ternyata ada yang membukanya duluan dari depan pintu.
"Loh.. Nathan kok--"
"Lahh kamu mau kemana?"tanya nathan sambil memandang kearah ahra.
"Sekolah"
"Udah sehat"
"Udah dong, lagian aku bosen tau dirumah terus"
"Beneran udah sehat?" tanya Nathan lagi.
"Udah"
"Yaudah deh, tapi kamu berangkat sekolahnya bareng aku ya terus nanti pas disekolah kalo kamu masih terasa sakit atau apa beritau aku aja" Kata Nathan merasa khawatir jika tiba tiba Ahra merasakan sakit lagi.
"Iya" Jawab Ahra setelah itu ahra mereka turun untuk sarapan bersama dan berangkat sekolah. Didalam mobil Ahra hanya mendengarkan ocehan dari nathan yang dari tadi tidak ada hentinya.
"Nanti kalo ada apa apa beneran yah kasih tau aku"
"Terus kalau kekantin jangan beli makanan yg pedes pedes, aku gamau kamu sakit lagi"
"Kalo digangguin cowok bilang"
"Dan kamu gaboleh ngobrol terlalu deket sama cowok lain"
"Kamu harus sering ngobrol sama aku"
"Nanti pulang aku yang anter, dan kalau udah nyampe rumah jangan lupa istirahat"
Dll.
Seperti itulah perkataan dari nathan yang hanya dibalas anggukan oleh Ahra entah kemana perginya sifat dingin yang dulu pertama kalinya berjumpa dengan ahra sekarang berganti dengan kehangatan dan terlihat jelas dimata nathan bahwa dia menyayangi ahra dengan tulus sepenuh hatinya.
Nathan memarkirkan mobilnya dan membukakan ahra pintu setelah itu mengulurkan tangan untuk menuntun ahra keluar seperti seorang princes. Nathan menggandeng tangan ahra sampai didepan kelas. Sebenernya dari tadi ahra menahan malu karena banyak sepasang mata yang memperhatikannya karena ulah nathan.
"Tiati.. Sama cowok dikelas"
"Emang kenapa sama mereka?"
"Ntar digangguin, aku gamau kalo kamu diganggu sama mereka beritau aku biar aku jotos satu satu"jawaban nathan itu membuat ahra tekekeh.
"Gaperlu gitu juga kali"
"Kenapa emang salah"
"Nggak kok"
"Yaudah aku ke kelas ya, nanti kekantin bareng bye ra.. "
"Hmm bye" Setelah nathan pergi sudut bibir ahra perlahan mulai terangkat dan membentuk senyuman untuk nathan, setelah itu bel berbunyi. Pelajaran dimulai, guru fisika pun datang.
Setelah beberapa jam kemudian
Bel istirahat berbunyi. Semua murid pun berhamburan pergi kekantin. Begitu juga dengan ahra tetapi dia bersama nathan padahal ahra ingin sekali bersama dengan teman temanya itu
"Mau makan apa biar aku pesenin" Kata nathan.
"Mau minum aja aku ngga laper jus jambu ya" Jawab ahra.
"Beneran gaa laper" Ahra hanya membalas dengan anggukan setelah itu nathan pergi untuk memesankan minuman Ahra, saat kembali nathan mendapati ahra sedang ngobrol dengan cowok dimeja yang sama lalu dihampirinya.
"Lo siapa"bentak nathan.
"Santai bro gue Dava anak Ips, dan gue temennya ahra"
"Sebaiknya lo pegi dari sini gue gamau ada yang ganggu ge sama Ahra" Ujar Nathan dengan nada yang tinggi.
"Kalau gue masih mau sama ahra." tanpa berkata nathan mendaratkan pukulannya di pipi Dava. Suasana kantin yang tadinya berisik kayak pasar malam sekarang menjadi hening dan mengelilingi nathan sama dava.
"Lo mau cari garagara sama gue"bentak nathan lalu memukul perut dava lagi.
"Nathan udah dong" kata ahra sambil berusaha menghentikan nathan.
"Siapa yang cari gara gara sama lo hahh emang lo aja kali yang terlalu possesive sama Ahra, Gue kenal Ahra lebih lama daripada lo.. " Kata Dava sambil tersenyum sinis ke nathan.
Bukkk
Satu pukulan mendarat di pipi dava lagi. Setelah itu ahra berusaha untuk menghentikan perkelahian ini alhasil ternyata satu pukulan mengenai lengan ahra. Dan itu membuatnya meringis kesakitan dan jatuh ke lantai.
"Ahra"ucap nathan dan dava bersamaan lalu menghampiri ahra yang duduk dilantai sambil memegang lengannya.
"Lo ngapain hah pergi lo" usir Nathan kepada dava lalu Dava pergi entah kemana.
Nathan langsung membantu ahra berdiri dan menuntunnya ke uks.
"Kamu nggak papa? " Tanya nathan dan dibalas gelengan oleh ahra.
"Maaf tadi aku ke bawa emosi"
"Tapi kan kamu gaharus mukulin dia, dia itu temen aku dari smp dan lagian tadi aku cuma ngobrol sama dia masa ga boleh"
"Gaboleh, kamu gaboleh ngobrol sama cowok kecuali ada hal yang bener bener penting untuk dibicarakan" Ahra hanya menatap nathan lalu memalingkan wajahnya kini wajahnya memerah bukan karena malu tapi karena menahan amarahnya.
Setelah lengannya selesai diobati ahra berjalan menuju kelas yang dibantu oleh nathan. Sedari tadi ahra hanya diam dan sampainya dikelas. Ahra duduk dan nathan mengusap lembut kepala ahra lalu kembali ke kelasnya.
"Ra lengan lo kenapa"tanya amel.
"Gapapa cuma kena tonjok tadi"
"Nathan sama dava tadi ribut di kantin ya, kalo gue denger denger tadi sih begitu ceritanya emang bener?" tanya vany dan dibalas anggukan oleh ahra.
"Kok bisa"
"Tanya aja tuh sama rumput yang bergoyang" jawab ahra.
"Yaelah nih bocah ditanyain serius malah bercanda"
Bel masuk berbunyi saatnya menerima pelajaran.
Ahra memperhatikan penjelasan guru tetap dengan wajah malasnya tiba tiba ponselnya bergetar dan di bukanya perlahan agar tidak ketahuan guru.
Nathan : belajar yang bener jangan males malesan , aku melihatmu.
Ahra pun celingak celinguk untuk mencari dimana nathan dan dilihatnya seseorang yang memperhatikannya di samping kelas ahra.
Azahra : ngapain disitu, ga belajar.
Nathan : ga ada gurunya, tadinya sih mau ke toilet tapi gatau deh kaki aku maunya belok kesini
Azahra : Dasar.. Yaudah balik gih aku mau belajar nih.
Nathan : ucapin god bye dulu dong tapi harus pakek sayang.
Azahra : bye
Nathan : sayangnya mana.
Azahra : bye sayangggg
Nathan : nanti pulang sekolah bareng sama aku ya ditunggu di parkiran, byeee azahra
Ahra hanya terkekeh melihat pesan dari nathan ia senyum senyum sendiri hingga marahnya dia kepada nathan pun hilang. Ahra sampai gasadar kalo orang yang berada disampingnya sedari tadi memperhatikannya.
"Ciee senyum senyum, pasti itu pesan dari mas nathan ya"goda amel.
"Apa sih pengen tau banget dah hh"
"Udahlah ngaku aja lo" Bisik amel.
"Bodo" Kata ahra sambil terkekeh lalu kembali ke pelajaran.
Selang beberapa menit kemudian ahra melihat jam yang melingkar dipergelangan tangannya dan dilihatnya sekarang jam 14:54
"Kapan pulangnya ya?" gumam ahra dalam hati dan tidak lama kemudian bel pulang berbunyi ahra segera bergegas keluar dan berjalan bersama amel dan vany untuk memuju parkiran.
Ahra mengedarkan pandangannya untuk mencari seseorang dan dilihatnya ada mobil sport berwarna putih yang berhenti di depannya ternyata mobil nathan dan sudut bibir ahra mulai terangkat perlahan dan menunjukan senyuman yang manis disana.
"Ciee yang mau pulang bareng sama mas nathan, yaudah masuk sana gue sama vany cabut dulu ya ra than bye" Ahra pun hanya tersenyum dan memasuki mobil nathan.
Ahra.pov
Aku memasuki mobil nathan dan duduk di jok samping. Dan nathan...kenapa dia mendekat whatt makin dekat aku hanya merem takut, kuintip sedikit tambah deket woy
"dia mau ngapain?"gumamku dalam hati, jantungku kenapa cepet banget ya serasa mau loncat dan ternyata dia memasangkan salbet untukku kirain......
"Kenapa merem, kamu pikir aku mau cium kamu"
"Hahh Ng..nggak"
"Hh bohong tuh pipi udah gabisa bohongin aku hahahahhh"ucap nathan sambil mencubit pipiku.
"A...apa sih yaudah pulang kenapa malah diem disini"ucapku berusaha mengalihkan perhatian.
"Pengen banget pulang ya"goda nathan.
"A..apa sih nathan"jawabku terbata pipiku kini kembali memerah.
"Yaudah deh pulang, keburu meledak tuh pipi" Goda nathan lagi.
"NATHAN" Teriakku kesal, setelah itu kami pulang. Diperjalanan hening hanya ada suara motor dan mobil yang terdengar.
Sesampainya dirumah.
"Nanti malem nonton yuk"ajak nathan.
"Hm iya deh"setelah itu aku turun dari mobil nathan.
"Aku jemput ya jam 8 bye"ucap nathan lalu pergi.
**
Aku memasuki rumahku dengan penuh senyuman.
"AHRA PULANG" Teriakku dan dibalas teriakan juga dari kak varo.
"Gausah teriak teriak berisik"jawab kak varo dari arah kamarnya.
Aku berjalan menaiki tangga dan masuk kedalam kamarku. Aku segera mandi dan setelah itu merebahkan diriku diatas kasur, aku membuka notification dan terlihat pesan dari nathan segera aku membukanya.
Nathan : jangan lupa minum obatnya, nanti jam 8 aku jemput
Azahra : iya udah tau
Aku membalas pesan itu dan tanpa sadar senyuman di bibirku mulai mengembang.
Nathan : lagi ngapain kamu?
Azahra : lagi bales chatt kamu
Nathan : jangan jangan kamu juga lagi chat.an sama cowok lain ya
Azahra : engga salloh, cuma chatt dari kamu aja yg aku bales ini gak ada yg lain.
Nathan : aku otw, dandanya jangan terlalu cantik ntar banyak yg lirik lirik
Azahra : hh iya bye
Read
Diread doang dasar.
"Ehh perasaan baru jam 6 kok udah jemput ae, bukannya jam 8 yah"gumamku dalam hati.
...............