“Selamat.” Kahfi menepuk Egar dengan senyum. Egar diam saja. Hanya mengangguk. Dia lalu menoleh ke istrinya yang sudah berpamitan ke seluruh keluarga. “Hati-hati Gar bawa mobilnya.” Fiandra mengingatkan. “Iya Bun.” Egar mentawab patuh. Lalu dia menoleh ke Ayah mertuanya. Erfan menghela nafas namun akhirnya menepuk bahu Egar juga. “Hati-hati,” Egar mengangguk mantap. Basa-basi itu dirasa cukup karena Egar menggenggam tangan Fianer dan menariknya ke mobil. Hari ini, Egar akan menjadi seorang gentleman. Dia membukakan pintu untuk istrinya dan menuntun istrinya duduk. Lalu dia tutup pintu itu lagi. Fianer sampai berdebar dengan perlakuan Egar yang jarang-jarang ini terjadi. Egar mengitari mobilnya dan masuk ke dalam. “Membuat ayahku terkesan huh?” tanya Fianer mencibir. Egar tersenyum
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


