Sena membuka matanya perlahan, jantungnya berdegup dengan kencang. Suara hujan masih terdengar deras di luar sana. Pemandangan yang pertama kali dilihat Sena adalah pohon dipinggir terotoar. Bagian bemper depan mobilnya menabrak pembatas jalan yang dengan beruntungnya menahan mobil Sena agar tidak terpental lebih jauh lagi. Kemudian Sena menolehkan kepalanya ke kiri secara perlahan, Grace disana. Memegang tali seatbelt dengan erat. Tangan wanita itu bergetar ketakutan, giginya saling bergemeletuk, dan dahinya berkerut dalam. "Grace," Panggil Sena. Dia mengulurkan tangannya untuk memegang bahu Grace. Grace tersentak dan membuka matanya dengan cepat. "Sena!" "Kamu baik-baik sa-" "Sena!" Ucapan Sena terputus, tiba-tiba saja Grace meneriakkan namanya dan memeluk Sena dengan erat. Erat s

