Gadis berambut panjang yang selalu terikat rapi itu menutup wajahnya menggunakan nampan. "Kenapa kamu, Rin?" Nina teman satu shiftnya menegur, melihat gelagat temannya yang berbeda dari biasanya. "Boleh pinjem muka, nggak? Asli aku malu banget." Airin menggeleng, memasang ekspresi nelangsa. "Kenapa, sih? Aneh banget. Kamu abis ngelakuin apa, emangnya?" Keduanya tengah duduk di kursi yang disediakan untuk para pelayan di samping pantry. Ryan yang sedang melayani pengunjung, sesekali menengok ke arah di mana Airin dan Nina berada. Penasaran dengan apa yang tengah mereka bicarakan. Jam menunjukkan pukul lima lebih lima belas menit, jam jam dimana para karyawan masih bisa duduk santai sambil meluruskan kaki, sebelum beberapa menit kemudian akan digeruduk tamu tamu yang mulai ber
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


