Selepas dari terminal, Devan melewati perjalanan dengan lebih baik dari pada sebelumnya. Perutnya sudah cukup terisi untuk amunisi, juga pengalaman di awal agar lebih siap siaga setiap kali sang sopir melakukan pengereman mendadak. "Sebenarnya ini sopir bus sudah dapat ijin mengemudi belum, sih? Ugal-ugalan banget nyetirnya," keluh Devan. Mana nggak ada seat belt lagi. Membahayakan penumpang." "Namanya juga kelas ekonomi." Airin masih menanggapi komentar Devan dengan santai. Tak begitu mengurusi. "Tapi kan tetap saja, safety first. Sepertinya, se kembalinya aku ke Jakarta, ini sopir bakal aku bawa ke pengadilan. Atas tuduhan perbuatan tidak menyenangkan. Gara gara dia, aku jadi nggak berdaya, tadi. Untung ada mie cup instan yang enak tadi." "Nggak usah lebay, deh!" Airin menggele

