9

1306 Kata

Malam ini kafe tutup lebih awal. Sedari sore pengunjung membludak, bahkan beberapa dari mereka harus sabar menunggu dan antre untuk mendapat giliran meja. Airin menempelkan pipinya pada meja yang baru saja selesai ia bersihkan. Tatapannya lurus menghadap jalanan yang mulai ditinggal penggunanya. "Hufft..." Gadis itu menghela napas berat. Hari ini rasanya berjalan begitu berat. Apalagi seharian pikirannya melayang tidak berada di tempat. Hatinya masih mencemaskan keluarga. Apa kabar mereka di kampung? "Capek banget, ya?" Ryan datang dengan segelas es kopi s**u, kemudian menyodorkannya tepat di depan wajah Airin. "Minum dulu biar segeran." "Makasih, Yan." Tanpa menunggu di perintah dua kali, Airin segera menyeruput minuman yang menjadi minuman favoritnya ketika merasa lelah itu h

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN