Setelah melakukan beberapa pembahasan, akhirnya Adrian setuju kalau mereka akan tinggal di rumah keluarga Kierra. Sekalipun Adrian telah bersiap membeli rumah lain, atau menyiapkan rumah keluarganya. Seandainya Kierra ingin pindah, dia telah bersiap. "Aku bukannya tidak mau, tetapi rumah ini Ray, peninggalan orang tuaku. Lagipula hanya ada aku dan Kalil, kamu mengalah ya sayang." Kierra memeluk tubuh Adrian erat. Kalau begini mana mungkin dia bisa membantah, Adrian balas memeluk tubuh wanita itu. "Kamu memintaku begini, bagaimana bisa menolak?" Adrian menciumnya lagi, "Ayo ke kamar kita." Kierra sudah memahami maksud suaminya itu, dasar pria, mau bagaimana sifat dan penampilannya. Kalau soal itu, semuanya sama saja, nafsu. Tapi sekarang ini mereka suami istri, lagipula Kierra juga in

