Adrian menyerahkan paperbag pada Kierra. "Apa ini?" Kierra bertanya. "Lihat saja?" "Parfum?" tanya Kierra lagi. Dia menyemprotkan ke tangannya. "Wangiii." Wangi bunga-bunga lembut, botolnya kristal dan mewah. Apa mahal? "Suka?" Kierra mengangguk. Kemudian wajah Kierra memerah, dia mundur satu langkah. "Kenapa?" Adrian bertanya bingung. Kierra menunduk, "A-apa aku bau?" Hah? "Tidaklah. Kenapa berpikir seperti itu?" jawab Adrian cepat. "Habisnya. Tiba-tiba kasih parfum." "Wanginya enak, aku suka. Setelah dipikir cocok sama kamu." Adrian jadi ingin tertawa geli melihat ekspresi Kierra. Pipi Kierra memerah lagi. Frontal sekali Adrian merayu dia. "Terima kasih." "Hari ini libur?" tanya Kierra. "Ya." "Mau nonton?" Wajah Kierra tertunduk saat mengatakan itu. "Kamu ajak aku kenc

