Seharusnya, tamu dihormati oleh tuan rumah. Namun, jika tamunya seperti mereka, apakah aku masih wajib menghormati? Setelah semua keluar dari mobil, barulah kutahu siapa saja yang datang. Mbak Eka dan suami, kedua mertua, serta Rani. Mereka pasti senang sekarang. Semua keluarga berkumpul di rumah itu, kecuali aku. Ah, lupa. Aku dan anak-anakku tidak dianggap keluarga. Keluarga mertuaku tengah melepas penat di teras. Belum ada yang mengajakku bicara. Mereka mengobrol sendiri tanpa melibatkan menantu yang diabaikan ini. Mudah-mudahan, sebentar lagi akan menjadi mantan menantu. Kebetulan, ada Mbak Wati yang melakukan pekerjaan rumah tangga. Kuminta saja sekalian membuat minum. Tak lama, kulihat Agam berjalan dari mobil. Ternyata ia ikut juga. Aku mencoba bersikap biasa saja, karena memang

