Hari itu Alfa benar-benar sukses mengacaukan hati Karenina dengan tingkahnya yang— sebenarnya manis, tapi tidak tahu tempat. “Menurut kamu apa saja yang perlu kita tambahkan? Dari segi produk?” tanya Alfa sembari menyelipkan rambut Karenina yang menutupi wajah saat wanita itu sedang sibuk dengan layar komputer di depannya. Karenina hanya bisa berdeham, sementara Siska yang berdiri di samping mereka hanya bisa menahan senyum. Sejak tadi Alfa memang sudah bertingkah seperti pacar posesif yang menunggui Karenina saat bekerja. Tidak jarang laki-laki yang kini mengenakan seragam One mart itu ikut melayani pelanggan yang hendak membayar. Sungguh pemandangan romantis yang membuat iri mata-mata jomlo seperti dirinya ini. “Ada beberapa si Pak yang masih kurang. Suka ditanyain juga sam

