RASA DIPERJUANGKAN

1955 Kata

Seperti biasa, pagi itu Karenina akan berangkat bersama Siska yang sudah menjemputnya. Namun, kali ini sepertinya tidak akan lagi seperti biasa, karena bukannya tkkllllp09e331122q13rjerus berjalan menuju minimarket, motor yang Siska kendarai malah berhenti di pom bensin. “Mau isi bensin dulu?” tanya Karenina sembari turun. Bukannya menjawab iya, Siska malah menggeleng dengan senyuman misterius. “Terus?” tanya Karenina lagi, kini dengan kerutan bingung. Siska tidak menjawab, tapi kepalanya menggedik ke arah depan. Karenina pun segera menggerakkan kepalanya ke arah yang Siska tunjuk. “Aku duluan, ya, Mbak!” Siska sudah meluncur pergi sebelum Karenina paham dengan situasi yang kini menimpanya. “Loh, loh, Sis!” teriak Karenina yang berakhir percuma, karena motor Siska sudah melaju jauh.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN