“Kenapa, si?” tanya Karenina, karena sejak tadi Alfa terus saja mengamati wajahnya dari samping. Mereka tengah duduk bersisihan di kedai es buah yang berada di alun-alun kota. Bukannya menjawab, Alfa malah tersenyum dengan gelengan kepala. Lalu setelahnya memilih menyeruput es buah di depannya yang tinggal setengah. “Jadi kamu ngontrak berapa bulan?” tanya Karenina saat mengingat pembahasan mereka soal ini belum selesai. “Cuman sebulan,” jawab laki-laki itu seraya menoleh dan masih saja menampilkan senyuman yang membuat Karenina sedikit salah tingkah. “Kira-kira, waktu sebulan cukup nggak?” Pertanyaan itu mau tidak mau membuat Karenina menatap mata Alfa dengan dahi mengernyit bingung. “Cukup untuk?” “Dapetin hati kamu seutuhnya.” Karenina yakin jika mulutnya se

