Karenina sedang memakai sepatu di dalam kamarnya saat mamanya muncul di ambang pintu dengan senyuman misterius. “Jemputannya udah dateng tuh.” Karenina sempat mendongak, lalu mengangguk, sembari mengikat tali sepatu yang belum terikat dengan benar. Belum menyadari tingkah aneh sang mama yang masih saja tersenyum penuh arti. “Ngaku aja, deh. Dia itu siapa kamu?” Karenina pun urung meraih jaket yang menggantung di sisi lemari, kening wanita itu mengerut bingung ke arah mamanya. “Temen lah, memang siapa lagi?” “Yakin?” tanya mamanya dengan sorot yang Karenina anggap aneh. Tanpa memedulikan sikap mamanya, wanita itu segera mengenakan jaket yang sudah berada di tangannya. Memastikan penampilannya di depan cermin, sebelum akhirnya mengambil ransel mini yang sudah ia siapkan

