"Maaf, saya harap anda tidak marah kapten. Sungguh saya tidak berniat mendengarkan percakapan kalian. Saya hanya sedang menunggu anda!" Ucap Deena dengan wajah sedikit ketakutan. Azie pun memperhatikan lekat ke dalam manik mata itu, mencari celah kebohongan wanita itu di sana, namun tak di temukannya. Dia telah berburuk sangka pada tuan Putri Deena. "Mungkin sebaiknya aku tidak terlalu keras padanya, tapi aku juga tak boleh lengah. Siapa yang tahu isi hati manusia, apalagi wanita seperti dia." Monolog Azie dalam hati. "Maafkan aku menahan anda di sini, tapi aku benar-benar butuh bantuan anda kapten Zie." Lirih Deena menggantungkan harapannya, entah kenapa ada sesuatu yang tengah di sembunyikan wanita itu. Ketakutan yang sangat besar dan kini hal itu bisa sangat jelas di lihat oleh Azie

