"Tolak dia, terima gue!" Fany diam sedang mencerna ucapan Reagan. "Terima gue." Ulang Reagan. Wajah Fany terlihat kebingungan. "Jadi pacar lo." "Hah?" Kedua bola mata Fany membulat sempurna saat dirinya ditarik masuk ke dalam pelukan Reagan. Reagan memeluk Fany menopang dagu nya di atas kelapa Fany. Tak lama pipi Reagan menempel di kepalanya, Reagan memeluk Fany semakin erat membuat Fany mulai kesulitan bernapas. "Lo punya gue." Bisik Reagan tepat di telinga Fany. Fany merinding karena baru kali ini dia dapat mendengar suara lembut Reagan, walaupun tidak selembut Darren. *** "So?" Fany menatap sedih Darren yang sedang tersenyum menunggu jawaban dari dirinya mengenai Darren memintanya untuk menjadi pacarnya. "Lo terima gue atau enggak?" Tanya Darren. "Eng..." Fany memainkan je

