Reagan menatap pria berjas yang sedang berdiri di hadapannya sambil memasukkan satu tangan di kantong celana. "Saya mau minta bantuan kamu." Reagan menaikkan sebelah alisnya. "Bisa kamu awasi Fany? Sebelumnya saya mau berterima kasih karena kamu sudah menolong Fany beberapa hari yang lalu. Jadi, saya yakin kalau kamu bisa awasi Fany selama di sekolah ini." "Sebagai imbalan, saya bisa pastikan jika kamu dapat masuk ke universitas yang kamu impikan. Saya tau universitas itu, hanya orang-orang tertentu saja yang bisa masuk. Termasuk kamu, kamu bisa masuk ke universitas itu dengan mudah. Saya janji." Lanjut Ardhan. Reagan langsung mengangguk membuat Ardhan menyunggingkan senyumnya. "Hanya mengawasi, bukan menjaga. Kamu bisa mengawasi Fany dari kejauhan, tidak perlu dekat-dekat." Ucap Ard

