29

1615 Kata

Fany berjalan masuk ke rumah sambil menangis. Melihat Rara duduk di sofa sambil menatapnya seperti sedang menunggu kedatangannya Fany berjalan ke arah Rara dan langsung memeluk wanita itu. "Pa-Pah jahat!" Kata Fany dibalik isaknya. Ardhan duduk di single sofa menatap lurus ke arah Fany. Rara tidak tahu harus berbicara apa memilih untuk diam. "Reagan anak Om Richard! Bukan anak Om Marcel! Papa jangan sok tau!" Pekik Fany sudah menatap Ardhan. "Fany," tegur Rara karena nada suara Fany ketika berbicara dengan Ardhan terdengar cukup kuat. "Lebih tau Papa daripada Fany." "Enggak!"  Ardhan menghela napas sambil beranjak dari duduknya. "Fany mau nemuin Reagan!" Langkah Ardhan langsung terhenti. "Fany, udah." Ujar Rara tidak ingin melihat Ardhan marah, Rara takut jika nantinya Ardhan le

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN