Manik mata berwarna coklat itu menitikkan air matanya. Dirinya tidak menyangka bahwa lelaki yang kini mendekapnya dengan erat adalah lelaki yang dua tahun silam pernah menyentuh lubuk hatinya yang terdalam.
Damian memeluk semakin erat Meechella. Dia seakan tak peduli bahwa seluruh tamu undangan itu kini mengambil potret mereka berdua. Bahkan ada dari mereka yang melakukan live streaming.
Tidak perlu menunggu lama, para awak media tidak akan melewatkan moment bersejarah itu. Mereka langsung meliput tanpa segan. Pertunangan Salma dan Letnan Zafran termasuk pertunangan yang menyorot perhatian publik. Karena Salma merupakan fashion stylish para artis papan atas Indonesia.
Bahkan di sana ada beberapa artis Ibu kota yang turut meramaikan acara pertunangan Salma dan Letnan Zafran.
Dan siapa memangnya yang tidak mengenal Meechella, pewaris dari Perusahaan raksasa yang sering wara wiri di televisi dan media. Lalu Kapten Damian, yang baru-baru ini menjadi idola kaum muda karena prestasinya di dunia militer hingga membuat semua kalangan berdecak kagum kepadanya.
Kini Meechella dan Damian akan menjadi idola dengan sebutan Couple Goals tahun ini. Accident pada malam ini akan menjadi trending topic yang mungkin takkan mudah lenyap begitu saja.
"Damian, kita ditempat umum," ucap Meechella mengingatkan Damian.
Damian justru semakin memeluk wanita itu dengan erat, mencium aroma tubuh Meechella yang begitu dia rindukan, yang menjadi candu baginya selama ini.
Damian melepaskan pelukannya, dia menatap Meechella dengan mesra. Bahkan air matanya menggenang di sana. Entahlah dia tidak tau apa yang dia rasakan saat kini. Haru dan juga bahagia menyelimutinya kali ini.
"Kita menjadi sorotan Dam," bisik Meechella menatap ke sekelilingnya.
Semua mata mengarah pada mereka, mereka sangat kagum dan takjub akan keberanian Damian.
Damian mencari sosok Kapten Zafran, mata lelaki itu fokus pada bola cristal mungil yang kini dipegang Zafran. Damian menyunggingkan senyumnya hingga membuat Zafran menatapnya penuh tanya.
"Aku akan membalas kalian nanti," ucap Damian membuat Zafran dan Salma menatapnya bingung.
Lelaki itu mengambil cincin bermata berlian dari genggaman Zafran. Damian mengedipkan matanya pada pasangan itu, seakan maafkan aku merusak acaramu.

Meechella menganga melihat Damian berjalan dengan percaya dirinya menuju podium di mana seharusnya Salma dan Zafran berada. Lelaki itu menggenggam kotak beludru merah milik Salma dan Zafran.
"Cek cek, emh ... pertama-tama maafkan aku merusak pertunangan Letnan Zafran dan Salma malam ini. Tapi aku pastikan akan membayarnya," ucap Damian dengan senyuman mengembang di bibir indahnya tanpa henti.

Lelaki itu melambaikan tangannya ke arah Letnan Zafran dan Salma.
"Dia mengambil cincin kita!" kesal Salma.
Zafran justru tersenyum. "Lelaki gila itu menunjukkan sikap aslinya sekarang," kekeh Zafran membalas lambaian tangan Damian.
Zafran memeluk Salma, mencium kening kekasihnya. Meyakinkan bahwa acara mereka akan baik-baik saja meskipun telah dirusak oleh seniornya.
"Malam ini pertemuan pertama kami, setelah dua tahun wanitaku meninggalkanku," ucap Damian membuat semua orang di sana tidak bisa menutupi keterkejutannya.
Damian menunjuk Meechella, matanya yang teduh menatap memuja wanita tercintanya.
"Wanita cantik itu menolakku dua tahun lalu." Ekspresi Damian berubah menjadi sedih.
Meechella menutup mulutnya, sedangkan Debora di sampingnya mengelus pundak Meechella.
"Tapi malam ini sepertinya takdir berpihak kepada kami. Dan aku tidak akan melepaskannya lagi."
Sontak seluruh tamu undangan di sana bertepuk tangan, mereka memekik histeris melihat bagaimana Damian dengan yakinnya meminta kembali wanita yang dicintainya agar mau menerima dia.
Damian turun dari podium, dia berjalan turun panggung dan menghampiri Meechella. Sorotan lampu mengarah pada mereka berdua. Damian berlutut di depan Meechella dan membukakan kotak beludru merah itu, menunjukkan satu cincin berlian yang sangat cantik.
"Will you be my girl friend? My world, my everythink, my moodboster and my last?" tanya Damian membuat Meechella menitikkan air matanya.
Debora menyenggol lengan Meechella, semua orang berteriak.
"Terima ... terima ... terima!"
Meechella mengangguk, Damian memakaikan cincin itu yang ternyata sangat pas di jari manis Meechella.
Semua orang bertepuk tangan, Damian dan Meechella saling berpelukan. Para wanita mungkin bisa meleleh dengan keberanian Damian hari ini. Banyak wanita yang iri dengan posisi Meechella. Dia cantik, dari keluarga kaya, berpendidikan, karirnya bagus, dan memiliki lelaki yang mencintainya dengan tulus dan tanpa batas.
Damian menatap Debora. "Dia milikku, jangan pernah menjodohkan dia dengan lelaki manapun, kau mengerti?" ucap Damian sontak membuat Debora tersenyum.
Sebenarnya Debora tahu jika lelaki itu adalah seseorang dari masa lalu Meechella. Dia juga tahu Damian mengikuti Meechella secara diam-diam sedari tadi. Oleh karena itu, Debora memancing emosi Damian agar lelaki itu berani menunjukkan dirinya secara jantan.
Akhirnya, yang harusnya bertemu memang telah dipertemukan. Yang harusnya bersatu akhirnya kini telah bersatu juga. Ini cinta mereka, takkan luntur oleh masa.
Damian mengeluarkan kartu kreditnya .
"Ini, kalian bisa menggunakan untuk ganti kerugian kalian dan kembali membuat pesta." Damian menyerahkan kartu kreditnya pada Zafran.
"Dan ku pastikan kalian tidak akan aku undang lagi!" jawab Salma tidak bisa menutupi kekesalannya pada pasangan firal mendadak tersebut.
.
"Pewaris keluarga Corlyn dan William telah bertunangan dengan kekasihnya malam ini."
Berita yang sama muncul memenuhi televisi dan media sosial Nayna. Nayna bahkan sampai mengezoom gambar di sana, memastikan bahwa itu benar-benar putrinya.
"Serius, dia seratus persen putriku, dia Ella," gumam Nayna menggigit bibir bawahnya.
Dia tidak tahu apa yang harus ia katakan pada sesepuh dan suaminya ketika mereka mendengar berita itu. Nayna juga tau bahwa lelaki itu adalah satu-satunya lelaki yang mampu membuat hidup putrinya berwarna.
"Kamu melihatnya juga?"
Nayna berjingkat kaget saat suara suaminya terdengar di indera pendengarannya.
Nayna melotot ke arah Chiko. "Iseng banget ngagetin orang," cibir Nayna tak digubris oleh Chiko.
Chiko duduk di hadapan Nayna, menatap Nayna dengan intens.
'Astaga, ini yang berulah bibit doi kenapa gue yang disidang?' batin Nayna menelan salivanya sendiri.
"Lelaki itu, siapa memang dia?" tanya Chiko dengan nada menahan marah.
Bagaimanapun juga, mereka bertunangan tanpa keluarga besar mereka. Bahkan mereka tidak meminta restu kepada Chiko dan Nayna selaku orang tua Meechella.
"Dia-"
"Dia lelaki kurang ajar ,tidak ounya sopan santun," ucap Anna dan Sisil yang baru saja datang bersamaan.
Mereka berdua tengah bermanja di spa langganan mereka, namun berita tersebut cukup membuat mood mereka rusak dan enggan melanjutkan rutinitas perawatan mereka.
Nayna menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Mommy? Mommy mertua?" Nayna menyapa, tangannya sudah berkeringat melihat kedua wanita pemegang kuasa.
"Wahh wajah kalian fresh sekali, habis perawatan ya?" tanya Nayna mencoba meredam amarah para orang tua.
Sisil menaruh tas brandednya dengan kasar di meja, dia duduk di sofa yang kosong dan menatap tajam Chiko sekaligus Nayna.
"Begitu cara kalian membesarkan anak-anak? Membiarkan mereka seenaknya sendiri. Telpon anak itu sekarang juga," ucap Sisil marah.
Nayna menghembuskan napas kasarnya, dia mengambil ponselnya dan menuruti perintah Queen of Corlyn Family.
Panggilannya tak terjawab.
"Tidak diangkat Mom, sudahlah nanti Ella pasti mengirim pesan kepada kita," ucap Nayna mencoba menenangkan keluarganya.
"Ini yang membuat mereka seenaknya, kamu menganggap remeh kesalahan mereka Nay!" Kini Anna, ibu mertua Nayna ikut berkomentar.
Chiko mendekati mommynya, mengelus pundak sang ibu.
"Mom, Nayna kan juga tidak tahu apa yang tengah terjadi." Chiko membela Nayna, tentu saja mana tahan dia melihat istri tercintanya dimarahi para sesepuh.
"Kamu ini jadi ayah bagaimana tugasmu sih? Heran akutu!" kesal Sisil memarahi menantunya.
"Sudah cukup, yang penting Meechella terbukti normal. Anakku normal Mommy!" pekik Nayna girang.
Pasalnya dia sendiri sebagai ibu kandung Meechella takut jika putrinya punya kelainan seksual. Dan malam ini dia sangat bahagia karena putrinya fixxxx wanita sejati.
"Kamu menghina cucuku Nay?" tanya Sisil dan Anna menatap garang ke arah Nayna.
"Eh? Hah?" Wajah Nayna langsung pias seketika.
"Pokoknya Mommy enggak mau tahu, mereka harus menemui kami secepatnya."
Ultimatum telah dikeluarkan Queen, Nayna dan Chiko hanya mengangguk pasrah. Kalaupun dia tidak menuruti kemauan sang ibu, pasti ibunya akan menyeret Meechella dan Damian bagaimanapun caranya agar bisa sampai ke kediaman mereka.
Setelah kedua ibunya pulang, Nayna dan Chiko saling pandang.
"Aku merestui mereka!" kekeuh Nayna menatap Chiko dengan pandangan memusuhi.
"Aku ayahnya, jadi aku yang berhak menentukan!" jawab Chiko tak mau kalah.
"Aku ibunya, aku yang mengandungnya, aku yang melahirkannya, aku yang menyusuinya, aku yang membesarkannya!" ucap Nayna setengah berteriak kembali menyanggah.
"Aku ayahnya, aku yang membuatmu hamil, aku yang menemanimu melahirkannya, aku yang mengadzaninya, aku yang memberimu nafkah untuk membesarkannya!" jawab Chiko.
Nayna menatap Chiko dengan tajam.
"Dia tidak punya sopan santun!"
"Dia manis, tampan, romantis, gentleman, dia perfect Chiko!"
"Lebih perfect aku Nay! Jangan buat aku cemburu dengan anak itu, aku bisa saja membencinya."
Mata Nayna melongo. "Hei, kamu cemburu dengan Damian? Astaga dia calon menantumu," kekeh Nayna bergelayut manja di lengan Chiko.
Chiko mengelus rambut Nayna. "Aku tidak rela anakku bersanding dengan TNI," gumam Chiko menimang kembali apa yang terjadi dua tahun lalu.
"Itu dua tahun yang lalu, sekarang umur Meechella dua tahun lebih dewasa Hubby. Pemikirannya akan berubah seiring usia," jawab Nayna meyakinkan Chiko.
.
Meechella menyerngit saat Damian mengikutinya hingga didepan kamar tempatnya menginap. Semua pegawai Meechella menunduk hormat kepada Damian, dan mereka yang kemarin memerlakukan Damian tidak sopan langsung meminta maaf dengan sungguh-sungguh.
"Kamu tidak pulang Dam?"
Damian menggeleng, lelaki itu mengikuti Meechella dan masuk kedalam kamar. Damian memeluk Meechella dari belakang,
"Aku masih merindukanmu."
Meechella memegang jemari Damian. "Para staf hotel bisa menyebarkan gosip yang tidak-tidak tentang kita."
"Emhh, satu jam lagi pulang. Pleasee," pinta Damian memohon.
Akhirnya Meechella mengangguk, dia melepaskan high heelsnya. Meechella mengambilkan soft drink untuk Damian.
Ponsel Meechella bergetar, tanda ada pesan masuk. Mata Meechella terbelalak, Sisil mengiriminya artikel tentang pertunangan dadakannya dengan Damian.
"Kami menunggu penjelasan kalian Meechella!"
Begitulah isi voice note yang dikirimkan Sisil padanya.
"Mati aku!" Meechella menepuk jidatnya.
Damian menatap Meechella bertanya-tanya.
"Queen of Corlyn Family telah mengeluarkan titahnya, mereka ingin menemuimu," jelas Meechella membuat Damian tersedak minumannya.
"Queen? Grandma-mu?" tanya Damian membulatkan matanya
Apa yang akan Damian katakan ketika mereka dipertemukan. Keluarga Meechella pasti akan menyalahkan dirinya karena telah membuat kegaduhan di berbagai media sosial. Tapi Damian tidak merasa bersalah, semua yang dia lakukan berdasarkan perasaannya. Jika Damian kembali melepaskan Meechella malam ini, dia tidak tahu apakah Tuhan akan memberikannya kesempatan lagi suatu hari nanti.