Dikurung Laksamana

2421 Kata

“Sebenarnya kita mau bulan madu ke mana, Pak?” tanya Marsha sambil menelan saliva kasar. Ia duduk di atas ranjang, punggungnya tegak, kedua tangan bertumpu di kasur seolah itu satu-satunya pegangan aman, sementara matanya mengikuti gerak Kalandra yang berdiri di dekat koper-koper besar yang baru saja diantarkan staf hotel. Kalandra membuka salah satu koper, mengangkat sehelai gaun, lalu mengernyit ringan. “Pakaian kamu kurang, Marsha. Masa segini cuma bawa ini?” “Kok kurang?” Marsha langsung bereaksi, alisnya naik. “Itu udah banyak banget, tahu. Saya bahkan tidak yakin bisa pakai semuanya.” Kalandra meletakkan gaun itu kembali, lalu mengambil pakaian lain. “Ini tipis. Ini terlalu santai. Ini…” Ia berhenti sejenak, menimbang. “Ini sepertinya cuma cocok dipakai sebentar.” “Sebentar kenap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN