Dibawah Rembulan

2314 Kata

Setelah menanam terumbu karang, Marsha dan Kalandra kembali ke pesisir pantai ketika langit mulai berubah warna. Pasir putih yang tadi menyilaukan kini melembut, menyerap cahaya jingga keemasan. Di atas hamparan pasir itu telah terhampar karpet anyaman berwarna gading, sederhana tapi rapi, seolah alam sengaja dijadikan ruang makan paling megah tanpa perlu dinding. “Apa ini?” “Saya minta Lupita menyiapkan ini. Kamu suka?” “Serius Bapak nanya kayak gitu?” Tanya Marsha dengan sinis. Beberapa lentera rendah menyala pelan, apinya kecil namun stabil, berkelip tertiup angin laut yang hangat. Di tengahnya, sebuah keranjang piknik besar terbuka, berisi makan malam yang tampak mewah dengan ikan bakar utuh dengan kulit yang mengilap, udang besar yang dipanggang ringan, roti artisan, keju lembut,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN