Saling Melengkapi

2485 Kata

Kantor BumiVista Research & Media, Jakarta. Tempat itu masih sama dengan bau kopi pahit yang tidak pernah benar-benar hilang, suara pendingin ruangan yang berdengung konstan, dinding kaca yang memantulkan kesibukan orang-orang yang selalu berjalan cepat. Di sinilah Marsha selama ini menaruh pikirannya, suaranya, keberaniannya. Di sinilah ia tumbuh menjadi seseorang yang tidak takut bertanya, tidak ragu menggugat. Ia berhenti di depan pintu bertuliskan Direktur Editorial. Mengetuk dua kali sebelum suara dari dalam terdengar. “Masuk.” Marsha melangkah masuk. Pak Damar sudah duduk di balik meja, kacamata bertengger di ujung hidung, berkas-berkas terbuka di depannya. Begitu melihat Marsha, pria paruh baya itu menarik napas panjang, seperti sudah menyiapkan diri. “Kamu mau mengundurkan dir

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN