Ketika langit masih gelap dan bintang pagi masih setia bertengger gemerlap di atas sana, Sayda melirik ponsel dalam genggaman tangannya. Waktu sudah menunjukkan jam tiga dini hari, dan matanya tak mau terpejam kembali. Matanya menatap lurus ke depan. Jauh di seberang sana pendaran lampu rumah penduduk ditambah lampu jalanan yang mengular menambah romantisme suasana. Udara dingin yang berhembus menyusup hingga ke balik jaketnya membuatnya kembali mengetatkan jaketnya. Suasana yang tenang ini sungguh membuat hatinya damai. Ratusan memori melintas dalam kepalanya, membuat hatinya sedikit gundah. Benarkah keputusan yang telah diambilnya? Menyetujui menerima lamaran Abisatya? Benarkah mereka akan menikah? Abi telah melamarnya, bahkan membawanya ke hadapan orangtua dan keluarganya tanda dia

