Matahari bersinar dengan riak awan putih tampak menggumpal bagai kapas. Sayda melangkahkan kaki menuruni tangga pesawat mengikuti Abisatya. Keduanya langsung masuk ke dalam mobil. Abisatya menggenggam tangan Sayda erat lalu diangkat dibawa ke depan bibirnya dan dikecup punggung tangannya. Sayda tersenyum. " Besuk peresmian resto dan cafe aku di Yukari, sekaligus pesta pertunangan kita sayang. Aku ingin setelah acara itu baru kamu masuk kantor, bagaimana?" Sayda mencibir. " Aku kan sudah bilang padamu kalau tidak bisa. Sejak kamu menculikku hingga kecelakaan kita, aku sudah membuat mereka susah dengan mengambil alih semua kerjaanku. Malu aku Bi kalau lama-lama membolos. Wah, potongan gajiku nanti tambah banyak. Kamu tahu aku ingin punya rumah sendiri." " Oh sayang, untuk apa lagi kamu m

