Penyesalan?

1197 Kata

Pria yang baru beberapa jam lalu melamarnya dalam suasana sangat romantis itu tergeletak di lantai tak berdaya dan tak sadarkan diri dengan bersimbah darah. Air mata Sayda sudah meluncur deras. Kepalanya sudah mengirimkan alarm panik, membuat jantungnya berdegup sangat kencang. Sayda meraih pergelangan tangan memeriksa denyut nadinya. Terasa sangat lemah. Sayda menempelkan telinganya di d**a pria itu. Jantungnya masih berdenyut tanda kalau pria itu masih hidup.  " Bi...Abi...bangun Bi, please jangan buat aku takut." Sayda memanggil Abi sambil terisak. " Pak tolong panggil ambulance."  Beberapa orang mendekat membawa tandu. Mereka lalu melakukan pertolongan pertama lalu membawa Abi ke sebuah helipad. Sayda berlari mengikuti dari belakang. Ketika akan ikut menaiki helikopter seorang petuga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN