bc

The story of the poor slave

book_age18+
49
IKUTI
1K
BACA
contract marriage
goodgirl
drama
tragedy
serious
mystery
genius
ambitious
city
like
intro-logo
Uraian

By Winda Wijaya

21+ (Dewasa)

sinopsis

Kanaya adalah gadis miskin, dalam hidupnya kesusahan adalah hal yang biasa.

Kanaya punya banyak impian termasuk menjadi orang kaya untuk mewujudkan keinginannya menjadi dokter.

Kanaya di perbudak oleh seorang laki-laki yang egois,arogan dan berkuasa atas dirinya,Kanaya membiasakan dan membiarkan dirinya di hina karena dia butuh uang untuk menghidupi keluarganya dengan cara menjadi b***k di rumah majikanya yang kaya raya,akankah Kanaya bisa lepas dari kekejaman majikanya,atau malah justru membuat majikanya tertarik kepadanya kita saksikan cerita selengkapnya.

chap-preview
Pratinjau gratis
Awal perjalanan Kanaya
Aku datang dari desa mencari kehidupan yang lebih layak di kota, pekerjaan apapun akan aku lakukan demi mewujudkan cita-citaku. Wus....wus...angin berhembus kencang,duduk diantara sapi, bau kotoran dan banyaknya rumput kering, aku berdiri di sudut pintu bak pickup bagian belakang menahan nafas dengan bau yang bercampur aneka bau kotoran. Perjalanan yang penuh dengan haluan yang berkelok-kelok, terasa bergelombang dan terjal. Tin...tin..Dak brak... "Sudah tiba di kota ini..kamu turu"Kata pak Budiman,kernet jagal sapi yang mobilnya aku tumpangi. Aku turun mengucapkan banyak terimakasih, melihat riuhnya suara klakson mobil di sekitar. Aku berjalan menyusuri tempat terakhir kalinya aku di turunkan, ya...aku di turunkan di tempat pasar hewan kota Jakarta. Aku binggung harus kemana, tujuanku disini mencari pekerjaan yang bisa memenuhi kebutuhan hidupku. Aku berjalan terus menapaki jalan sambil mencari pengumuman atau selebaran, sebuah kebetulan aku menemukan selebaran yang sudah kusut, mungkin karena sudah terpapar sinar matahari,debu,dan terinjak-injak oleh kaki manusia. Buk... Aku terjatuh, seseorang telah menabrakku. "Maaf...saya minta maaf, ini saya tidak sengaja"Dia terburu-buru dan nafasnya berpacu. Dia memberikanku sebuah dompet,dan dari kejauhan ku dengar beberapa orang berkata.... Copet...copet...Woi....copet Teriakan beberapa orang yang berlari kencang mengejar seseorang yang memberiku dompet yang saat ini ku pegang dan kuremas karena takut. Tuhan...maafkan aku, ingin mengembalikan kepada pemiliknya...tapi aku takut di anggap sebagai komplotan copet itu, aku lantas duduk di pertokoan yang memang tutup. Ku buka dompet itu, tak ada KTP ataupun uang di dalamnya. Sungguh hari ini jika aku mengembalikan dompet ini, pastinya aku bukan mendapatkan kebaikan pasti keburukan, dasar copet sialan. Dalam hati aku mengumpat kesal dan melemparkan dompet ke tong sampah. Aku lanjutkan perjalanan ke tujuanku untuk mendapatkan pekerjaan, naik bis kota jurusan Menteng. Sepanjang perjalanan suara kebisingan kendaraan, macet dan pengamen yang berada di bis yang aku tumpangi. CIT.... Ku langkahkan kaki untuk turun dari bis..., kulihat cafe yang menjadi tujuanku terlihat jelas di tepian jalan, ku langkahkan kaki ini menuju cafe itu, dengan penuh percaya diri dan mencoba menebarkan senyum maksimal. "Permisi mbak apa lowongan ini masih ada?" "Saya tanyakan dulu sama supervisor ya tunggu di sini"dia menyambut pertanyaanku dengan ramah. Tlak tlak tlak Suara sepatu itu terasa nyaring di telingaku ku pandang wanita berparas cantik menyapaku dengan ramah. "Anda sedang mencari pekerjaan, maaf untuk bagian kasir sudah terisi...adapun bagian pramuniaga apakah anda bersedia"Kata Bu supervisor itu meyakinkan ku. "Baik Bu...saya mau dan siap bekerja, yang penting saya mendapatkan pekerjaan segera"Aku begitu senang tanpa harus tau pekerjaan itu mudah atau sulit. Supervisor itu mengajakku keruangan kerjanya, ku lihat kantornya rapi walaupun tak sebesar ruangan yang pertama aku lewati. "Duduklah...ini detail pekerjaan yang harus di kerjakan, untuk pertama kali bekerja anda harus bisa melaksanakan pekerjaan serabutan, bagaimana anda siap?" "Baik Bu...saya siap dengan pekerjaan apapun asalkan halal"ku lempar senyum bahagia dan bersyukur ku ucapkan terimakasih dan bangkit dari dudukku menuju luar kantor. Di perjalanan untuk mencari tempat tinggal banyak ku temui para anak jalanan yang mengais rejeki dengan cara mengamen dan beberapa menjual beberapa kebutuhan pokok. "Hem....ini ada tulisan kost putri..semoga harganya terjangkau"Ku masuki pintu utama dan mulai memencet bel yang ada di dinding. Klek... "Ya mbak ada yang bisa saya bantu?"keluarlah seorang ibu-ibu tua ya...mungkin umurnya hampir sama dengan nenekku. "Maaf Bu...saya baru di kota ini, mau menanyakan apakah di sini masih ada yang kosong kamar kosnya dan saya ingin menanyakan biyayanya" Ibu itu mempersilahkan aku masuk,dan mulai duduk menjelaskan niatku. "Disini biyaya kost 500rb dan tambah biaya listrik 50rb anda bisa memakai untuk menonton tv ataupun menanak nasi"pemilik kost menjelaskan secara rinci. Saat itu juga ku bayar tunai dan kami melangkahkan kaki ke kamar kost yang tidak jauh dari rumah ibu pemilik kost. "Baiklah mbak...ini kamar kostnya, sudah lengkap dengan dapur kecil, sedangkan yang ada kamar mandinya ruangannya agak luas dari ini ada di samping rumah saya persis tapi harganya 700rb perbulannya" "Em....saya ambil yang ada kamar mandinya saja Bu...ini tambahan uang DP tadi, oh ya Bu saya boleh minta selembar kertas lunas, bukan apa-apa sih Bu biar saya ingat sudah bayar atau belum, biar kita sama-sama tidak di rugikan"Aku memberanikan diri meminta kuitansi. "Iya gak apa-apa mbak....saya malah senang ada anak kost yang disiplin, mari kembali kerumah"kata pemilik kost. Ku tunggu dengan melihat suasana sekeliling rumah,nampak sepi dan tidak bising. "Mbak ini kartu teken kost disini..."ibu pemilik kost menyodorkan lembaran kertas seperti SPP anak sekolah. "Kalau begitu saya bisa langsung menempati kamar kostnya Bu?"Karena ibu kost lupa memberikanku kunci. "Iya mbak...saya sampai lupa...He...He"Kami tertawa kecil dan aku mulai melangkahkan kaki ke kamar kost ku. Klek... Ku lihat ruangan yang berukuran 3x6 ,berisikan tempat tidur terlipat di plastik dan bedcover beserta bantal dan guling juga. "Lumayan lah...bersih di sini,aku harus beli beberapa barang, uangku tinggal 1,3 jt."berfikir hemat bagai mana caranya mendapatkan penanak nasi yang murah,dan biyaya 1 bulan kedepan sampai gajian. Hari ini aku rapikan kamar kost ku dan pukul 16,30 paket pesanan penanak nasi yang ku pesan lewat aplikasi,toko elektronik yang terdekat di kawasan Menteng. "Terimakasih pak...ini uangnya dan sekalian ongkos kirimnya" "Iya mbak Terimaksih ?"kata pak pengirim paket. Hari beranjak malam aku mencari makan malam di depan gang tempatku kost,syukurnya disini orang-orangnya ramah-ramah dan kebetulan tidak ada orang jahat. "Pak...saya pesan nasi goreng 1 ya"ku pesan makanan karena seharian baru 2 kali ini aku makan,perutku sudah keroncongan dari tadi...bukankah pura-pura bahagia itu butuh tenaga? Beberapa lama nasi goreng tak kunjung selesai, aku menunggu sambil melihat-lihat jalan raya yang begitu ramai. Woi...Woi...tenang bro...gue gak ada urusan sama Lo!! ku lihat seorang laki-laki sedang bersitegang dengan 2 preman. BRAK... Hantaman pukulan yang di tujukan 2 preman itu untuk laki-laki yang kelihatanya memang angkuh dengan sikapnya yang sombong. Aku hanya menyimak keributan itu, ku lihat nasi gorengnya sudah selesai, aku beranjak dan setelah membayar aku pergi dari tempat itu.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

SEXRETARY

read
2.3M
bc

Call Girl Contract

read
339.9K
bc

I Love You Dad

read
296.5K
bc

Sekretarisku Canduku

read
6.6M
bc

Naughty December 21+

read
526.2K
bc

I LOVE YOU HOT DADDY

read
1.1M
bc

HYPER!

read
632.0K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook