Sepanjang perjalanan aku merasa bersalah melihat tanganya yang penuh darah,sesekali aku melihat tapi aku takut dengan tatapan tuan Aska.
"Pak....apa ada kotak p3k?"aku maju menghadap kursi depan dan berbisik ke seorang pengawal.
Lantas pengawal mengambilkan kotak p3k dan memberikannya kepadaku.
Dengan penuh keberanian aku memberikan pertolongan kepada tangan tuan Aska tetap dengan sikap kasarnya di tak mau.
"Apa!"jangan sok baik!"dia mendengus sebal dengan menyembunyikan tanganya.
"Tuan Aska.....anda seperti anak kecil, yang sedang marah, sinikan tanganya biar saya obati....saya minta maaf sudah membuat anda marah sekali"aku terpaksa bicara seperti ini.
"Hah....anak kecil"Lantas dia menyodorkan tanganya dan tak sekalipun memandangku.
Saat aku obati lukanya ku lihat dia tak kesakitan sama sekali, benar-benar dia orang yang sangat kuat dan biasa saja dengan luka itu.
Mobil berhenti di sebuah perusahaan yang gedungnya bertingkat-tingkat, tuan Aska turun dan menyuruhku ikut dengannya.
Berpacu dengan langkahnya yang panjang,aku sampai berjalan cepat hanya demi ikut denganya,sesampainya di depan sebuah ruangan kami di sambut seorang wanita yang tak lain adalah sekertaris tuan Aska.
"Selamat pagi pak, semua sudah saya siapkan di ruangan kerja bapak"
"Oke"singkat.
Aku masuk keruangan tuan Aska berdiri di balik pintu memandang penuh kagum dengan ruangan yang bersih dan luas, ku lihat banyak kotak hadiah di meja yang ada di bagian kanan cendela.
"Kanaya....ambil kotak merah itu,pergi ke kamar mandi dan ganti pakaianmu!"perintah tuan Aska kepadaku.
Aku lantas cepat mengambil kotak itu tanpa pertanyaan lagi,karena aku sudah malas ribut denganya.
Kulihat isi kotak itu busana yang gak seharusnya aku pakai,tuhan....ini terbuka sekali,Hm....tapi demi uang apa yang gak aku lakukan yang penting dalam batas wajar.
Perkenalkan Nama Tokoh Utama
Kanaya Putri Wiyoto

Perkenalkan Tokoh Kedua
Tuan Aska Widita

Sialnya aku terjebak pernikahan yang akan menghancurkan reputasi ku sebagai gadis.
Klek
Aku keluar penuh dengan rasa risih,tuan Aska hanya menontonku dengan pandangan misteriusnya itu.
"Lumayan....ayo cepat gunakan sepatu ini dan tas ini kita akan lekas berangkat"
Hah....meremehkan ku untuk kesekian kalinya,wajahku secantik ini dia tak kagum sama sekali,deretan mantan pacarku saja tak mau Ku putuskan....kenapa dia malah responya melihatku biasa.gumamku.
"Kita mau kemana tuan?"aku mencoba bertanya.
"Melakukan konferensi pers..."datar.
Nih orang salah makan mungkin ya... kata-katanya singkat.
Kami akhirnya keluar kantor,dan melihat beberapa karyawan dan karyawati begitu antusias melihatku berjalan di belakang tuan Aska, mungkin merek tau mana orang cantik dan mana laki-laki jahat... berasa seperti Cinderella saja aku hari ini.
Sepanjang perjalanan aku bosan,oh tuhan aku lupa kalau belum mengembalikan uang mas Pandora, aku memberanikan diri bicara dengan pengawal pribadi tuan Aska jika aku bicara dengan tuan Aska yang ada di jawabannya dingin dan matanya itu Lo..bikin takut.
"Em...pak...maaf saya mau tanya,apakah mas Pandora tinggal serumah dengan Bu panda?"singa di sebelahku memandangku penuh tanya.
"Heh...kenapa kamu menanyakan Pandora!kamu kenal Pandora?"tuan Aska menarikku ke pelukanya.
"Maaf tuan...saya ada urusan dengan mas Pandora..."serem banget wajahnya.
"Urusan....mas!!urusan apa?"
Dia meremas tanganku,rasanya gak mungkin kalau dia cemburu...baru juga tadi pertama kali aku bertemu denganya.
"Tidak bisakah saya punya privasi tuan....yang penting saya nurut sama tuan Aska setelah menikah bukan...untuk apa saya jelaskan panjang lebar,saya malah malas mau menceritakan kenapa saya bisa kenal dengan mas Pandora"Agak takut tapi aku dengan lantang memberanikan diri bicara.
Aku di hempaskan ke bangku duduk dari cengkraman ya.
"Hah... bisa-bisanya aku harus menikah dengan dirimu yang bawel dan berisik!dia memalingkan pandangan dan mendengus sebal.
Ini orang kok aneh banget, apa iya dia harus menikah dengan gadis lugu dan gak tau apa-apa...kenapa juga neneknya memilihku...tuhan...belum juga perang kok aku sudah pengen nyerah.?
Sesampainya di gedung pertemuan aku melihat ada mas Pandora,setidaknya si tengil itu tidak sedingin es batu yang ada di depanku sekarang.
Kami duduk dengan berjajar, ada Bu panda,pak topan, dan orang tua dari tuan Aska sepertinya dia hanya ada ibunya hentah ayahnya kemana.
"Selamat datang untuk para wartawan kami sangat terhormat sekali bisa memberikan kabar baik untuk perusahaan Topan grup entertainment (Fiksi ya reader's),kami di sini akan mengumumkan pernikahan cucu saya Aska Widita dengan wanita yang kami pilih bernama Kanaya Putri Wiyoto"Bu panda memulai pidato karena suaminya memang sedang mengalami sakit struk.
Semua orang huru-hara riuh dan terkejut dengan kabar ini,mereka menanyakan identitas ku bu panda memang orang yang sangat perfeksionis dia sudah menyiapkan derama yang aku sendiri di buatnya terkejut.
"Kanaya Putri Wiyoto adalah putri dari pengusaha Adi Wiyoto pengusaha batu bara di Kalimantan (fiksi), di baru lulus pendidikan SMA dan akan melanjutkan kuliah di universitas London jurusan kedokteran,"
Aku hanya mengumbar senyum tipis dan dalam hatiku sungguh di luar dugaan aku harus membohongi publik dengan cara licik seperti ini.
Pengumuman hari ini pernikahanku akan di gelar 1 Minggu setelah pertunangan 3hari kedepan.
Akhirnya acara jumpa pers,karena tuan Aska masih melakukan obrolan penting dengan keluarga besar untuk membahas pernikahan,aku menunggu di luar ruangan dan bertemu dengan mas Pandora.
"Wah... Cinderella dadakan pasti gembira sekali ya bisa masuk di keluarga crazy rich"dia mendengus sebal dengan duduk mendekatiku.
"Terserah mas Pandora lah....saya saja pusing dengan jalan hidup saya,oh ya ini uang mas Pandora yang tertinggal di kamar kost kemarin.... em...apakah mas Pandora bisa bicara dengan Oma mas Pandora untuk tidak melanjutkan pembohong an publik ini?"aku rasanya sudah ingin menangis.
"Eh...kamu tuh ya...jangan berisik,kurang apa coba hidup mu bakalan enak tau gak... tiba-tiba mau mundur...gak bisa!"
"Bukankah Anda tidak menyukai saya apa lagi merebut kedudukan sebagai asisten Oma anda?"aku meneteskan air mata.
"Heh...ngapain kamu nangis...udah jangan nangis...sory...sory....aku emang kayak gini ngomongnya,kamu sensitif amat sih....aku gak tegaan tau sama perempuan walaupun kamu tuh cerewet dan berisik!"mas Pandora tiba-tiba menghapus air mataku.
Perkenalkan Tokoh Pandora Widita

"Ehem....sudah selesai pertemuannya!"Tiba-tiba sudah ada tuan Aska berdiri di hadapan kami.
"Kak....sory ya...aku tuh di ajakin dia duduk di sini buat nih balikin uang aku yang kemarin dia temukan jatuh di cafe Oma...ha...ha...iya cafe Oma"mas Pandora gugup menjelaskan apa yang terjadi.
"Oh jadi kalian bertemu di cafe!"curiga.
"Iya tuan Aska....maaf karena masalah uang 3juta itu saya menutupi masalah kenapa kenal mas Pandora"
Tuan Aska kemudian menyeret ku dari tempat itu dan aku hanya bisa menurutinya,aku melihat mas Pandora yang tersenyum dan memberikan semangat dengan tanganya.