Flashback on Theo berjalan dengan wajah masamnya. Ia masuk kedalam kamar. Ini bukan kamarnya. Melainkan kamar milik sahabatnya. "Arga! Woy lo dimana anjing!" teriak Theo. Karena Theo sama sekali tidak menemukan Arga. Theo memilih duduk di tepi ranjang. Lalu ia mendengar suara gemercik air. Ia yakin Arga sedang mandi. Lelaki itu mencoba merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Lalu tiba-tiba ia teringat dengan suatu hal. Theo pun membongkar isi tasnya. Lalu menemukan sebuah surat. Surat yang baru saja di berikan oleh Dekan, untuknya. "Gimana gue minta tanda tangan Papa? Papa pasti ngamuk," gumam Theo. Lelaki itu sedang berpikir. Akhirnya ia menemukan jawabannya. Theo memilih untuk menanda tanganinya sendiri. Tetapi tetap menggunakan tanda tangan Papanya. Theo mengobrak-abrik tasnya l

