Arga membawakan sarapan untuk Mamanya. Ia melirik jam di pergelangan tangannya. Jam tersebut menunjukkan pukul setengah enam pagi. Yang mana ia memiliki waktu 30 menit untuk menemui Mamanya. Untunglah, kampus dan rumah sakit tidak terlalu jauh jaraknya. Hanya sekitar 10 menit saja. Jadi Arga tidak perlu khawatir karena terlambat. Arga membuka pintu kamar inap Mamanya. Ia melihat Mamanya sedang membaca beberapa dokumen. "Ma, Mama tuh lagi sakit. Gak usah ngurusin perusahaan dulu," ujar Arga. Arga mengambil dokumen-dokumen dari tangan Mamanya. "Arga, kalau gak di urusin siapa yang mau ngurusin? Kamu kan gak mau ngurusin perusahaan," sindir Dianna. Arga menghela nafas. Ia menarik kursi yang ada di depan Mamanya. "Mama sarapan dulu, ya. Biar ini nanti Om Robi yang lanjutin," ujar Arg

