Mencoba Hidup Di Jalan Allah

1062 Kata

Hingga tujuh hari kepergian Kasih, aku masih berusaha tegar dihadapan semua orang, seilas senyum selalu mengembang di bibirku ketoka bertemu orang lain. Padahal setiap malam dan ketika shalat aku selalu menangis sejadi jadinya. Aku tak ingin orang tau tentang kesedihanku., biarlah hanya aku dan Allah yang mengetahuinya. Setiap sore aku selalu berkunjung ke makam Kasih selama tujuh hari ini, kebetulan letakknya berada di sebelah makam Ilham. Hari hari terasa hampa di rumah ini. Kadang kami bertiga, aku, Ibu dan Bapak, tak pernah saling bicara, karena kami seperti memiliki dunia masing masing. Kecuali jika Nina berkunjung bersama Meisya, anaknya. Rumah akan kembali hidup, dengan celoteh lucunya. Sebenarnya aku menginginkan mereka tinggal disini, namun tak di perbolehkan oleh mertuanya. Har

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN