Wira menarik napas panjang—napas yang terdengar seperti keluhan panjang dari d**a yang sudah terlalu lelah menahan beban rahasia. Bahunya turun perlahan seakan ia sedang menyerah pada sesuatu yang tak bisa lagi dilawan. Diana hanya diam, tubuhnya tegak namun matanya redup, seperti seseorang yang sudah terlalu lama memandangi dunia dari balik jendela pecah. Dia tidak terkejut. Tidak marah. Tidak juga bingung. Dia sudah tahu segalanya—dari awal. Wanita itu menyaksikan sendiri bagaimana Vin ditemukan hampir tak bernyawa, tubuhnya gemetar di lantai dingin, napasnya tersengal karena overdosis narkoba. Ia pernah melihat ketakutan di mata Vin waktu itu: ketakutan akan hidup, bukan kematian. Diana juga melihat bagaimana Vin memaksakan diri menikahi Hana. Waktu itu, wajah Vin seperti topeng yang

