KEJUJURAN UNTUK DIANA

978 Kata

Diana, wanita cantik itu, duduk dengan tenang di hadapan suami tercintanya. Atau… setidaknya terlihat tenang dari luar. Namun matanya jelas menuntut jawaban. Sementara itu, Wira—yang biasanya begitu percaya diri—kini hanya duduk menatap istrinya dengan hati yang bimbang. Ia tampak gelisah, menghembuskan napas kasar, lalu menunduk sambil memainkan jemarinya. Gerakan kecil yang hanya muncul ketika ia benar-benar tertekan. “Kenapa kau hanya diam, Suamiku? Apa yang ingin kau katakan?” Nada Diana terdengar kesal, karena ia sudah duduk di sana tiga puluh menit, menunggu suaminya membuka mulut. Tiga puluh menit hanya untuk diam. “Sayang… aku hanya ragu untuk mengatakan ini padamu,” jawab Wira akhirnya, suaranya pelan. Ia menatap istrinya dengan pandangan yang penuh keraguan. Satu kalim

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN