“Cih! Dasar wanita rubah,” gerutu tuan muda Gavin yang tidak berhenti sebelum ia merasa puas. “Nah, begitu kan pintar, cepat makan dan habiskan,” ucap Ghea yang seperti sudah membujuk anak kecil tanpa merasa takut pada sang ayah mertua karena anaknya sudah di ancam sang menatu, sedangkan tuan Leo hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum saat melihat anaknya patuh pertama kali pada orang lain selain dirinya. ‘Aku rasa sudah tepat memilihkan istri untuk putraku, meskipun caranya sama keras kepala, tapi putraku begitu patuh, semoga kau selalu bahagia dengan wanita pilihan ayahmu nak, aku harap kau bisa cepat melupakan kejadian masa lalu yang kelam, hingga membuat dirimu trauma berat, membuat dirimu menjauhi setiap wanita yang ingin mendekatimu,’ batin tuan Leo yang merasa sedikit tena

