Pukul 18:30 Ghea sudah dalam perjalanan menuju tempat tujuan yang di katakan oleh Tuan Leo dari sore, dengan perasaan campur aduk ia segera menunggu Bus yang ada di dekat Rumah sakit tersebut. ‘Apakah Tuan itu akan menerimaku, sedangkan penampilanku saja sangat buruk, apapun untuk Ibu dan Rara, rasanya hatiku sangat sakit mengingat cinta yang aku miliki untuknya, tapi apalah dayaku yang tak mampu, jika aku boleh memilih takdir, maka aku tidak akan pernah mau menjalani takdir yang seperti ini,’ batin Ghea sambil meneteskan air matanya, rasa sesak di dadanya tak dapat di jelaskan. Di sisi lain seorang pria yang buru-buru pulang ke Rumah utama karena mendapat laporan dari orang kepercayaannya bahwa sang Ayah di bawa ke Rumah sakit oleh sang Asisten kepercayaan ayahnya. Dengan langkah cepa

