Perasaan bahagia begitu terpancar di wajah seorang wanita yang kini tengah duduk sambil memangku sang putri, begitu bahagianya ia karena sikap sang suami perlahan-lahan mulai memperhatikannya. Tak ada lagi sikap cuek Fahri setelah pengungkapan perasaan tempo lalu, hal inilah yang sangat Aira inginkan. Ia merasa dicintai ketika Fahri memberikannya perhatian, meskipun sedikit kaku dan tidak terbiasa sebisa mungkin Fahri memberikannya perhatian. Aira sudah cukup bersyukur karena sang suami perlahan-lahan mulia berubah, meskipun ketidakpekaannya masih saja mendominasi. Maklum saja akan sifat alami Fahri, sifat itu tidak akan mungkin bisa diubah. "Alhamdulillah sayang, Bunda bahagia deh. Ayahmu perlahan-lahan mulai perhatian sama Bunda." Wajah Faisya yang lucu hanya menatap Bundanya dengan mat

