Urusan kantor sudah selesai, Fahri bisa kembali mengajar di kampusnya. Dia baru ingat kalau dia belum memberikan hukuman pada salah seorang mahasiswinya yang sudah tiga kali tidak masuk dalam mata kuliahnya. Dia memang akan memberikan hukuman bagi mahasiswa/i yang melanggar peraturannya, bukannya dia bermaksud kejam terkadang jika kesalahan hanya dibiarkan dan tidak ditindak lanjuti maka seseorang itu akan melakukan kesalahan yang lebih besar lagi. Dia sudah mendengar banyak dari mulut-mulut pedas yang mengatakan kalau dia adalah dosen yang killer, kejam, tidak berperasaan, namun dia tidak peduli. Terserah orang mau mengatakan tentang dirinya bagaimana, asalkan apa yang dia lakukan benar maka orang lain tidak berhak mengatur keputusannya. Sejak dulu dia selalu bersekolah ditempat yang san

