Sambil dengerin lagu dimulmed atas ya, biar ngena banget sama bab ini... Author harap sediakan tisu disamping kalian karena mungkin bab ini sedikit menguras air mata, seakan merasakan luka dihati Aira:( 'Jika hanya satu saja yang mencinta, lantas untuk apa janji suci itu kau ucapkan?' Happy Reading.... * * * Aira mendesah kecewa setelah menerima telfon dari Pak Pardi bahwa beliau tidak bisa menjemputnya karena mobil yang dikendarai tiba-tiba mogok, Pak Pardi kini sedang berada di bengkel dan beliau berkata bahwa ada kerusakan pada mesin mobil. Butuh waktu yang lama untuk memperbaiki mesinnya yang rusak, padahal Aira sedari tadi telah menunggu dengan cemas. Pasalnya kini hari sudah hampir malam, bahkan adzan maghrib sudah terdengar berkumandang. Ia pulang terlambat hari ini karena sore

