Cuaca tanah Andalas kurang bersahabat ketika menyambut Rania dan keluarganya. Sesampainya Rania di Bandara Internasional Minangkabau, mereka disambut oleh hujan deras dan angin kencang. Bahkan, pesawat yang ditumpangi Rania sedikit tidak stabil tatkala masih terbang di atas langit tanah andalas. “Alhamdulillah, akhirnya kita bisa sampai dengan selamat.” Sesampainya di dalam gedung bandara, Adam menyibak rambutnya yang basah dan menyibak baju Yumna yang basah oleh derasnya air hujan. “Papa, tadi di atas seram. Yusuf pikir kita akan jatuh,” oceh Yusuf—putra pertama Rania. “Iya, papa pikir juga begitu.” “Bang, aku benar-benar takut tadi. Pesawat kita sampai mati, huft ... Tapi Alhamdulillah, untungnya kita masih bisa mendarat dengan selamat.” Rania juga ikut menghela napas panjang. kejadi

