“Maaf, apa putri saya sudah mengganggu anda?” Adam menyapa Harun sesaat setelah sampai di depan pria itu. Adam langsung berjongkok dan memeluk Yumna. “Maaf, jadi gadis cantik ini adalah putri anda? Tidak, Bang. Putri anda sama sekali tidak mengganggu saya. Tadi bolanya jatuh di bawah meja saya.” Harun tersenyum ramah. Sejenak, Adam cukup terkesima melihat senyum Harun. Ia merasa pria yang ada di depannya seakan mirip dengan Yumna putrinya. Tapi akhirnya Adam merasa itu bukanlah hal yang aneh, karena memang banyak manusia yang saling mirip namun tidak memiliki hubungan darah sama sekali. “Owh ... jadi tadi bola Yumna jatuh di kaki om itu?” Adam bertanya kepada putrinya. “Iya, Pa. Terus om itu memberikan Yumna semua ini. Om itu sangat baik’kan, Pa?” “Iya, Sayang ... om itu sangat baik.

