WARNING!! MENGANDUNG PART 21++ BIJAKLAH DALAM MEMBACA. === ====== Kota Padang, kediaman Harun. Ponsel Harun terus saja berdering. Ia sudah mengabaikan panggilan suara, namun sang penelepon tidak kunjung berhenti untuk menghubunginya. “Siapa, Bang?” Harun memberikan ponselnya kepada Nadya. Nadya memerhatikan ponsel Harun dan tertulis nama “ibu Yumna” di sana. “Angkat saja, mana tahu itu penting.” “Tidak, Nad. Bukan’kah abang sudah berjanji jika abang tidak akan berhubungan lagi dengan wanita itu. Lagi pula untuk apa ia menghubungi abang?” “Coba angkat dulu, mana tahu memang sangat penting. Atau mungkin saja ia ingin mengundang kita ke pesta pernikahan putrinya.” “Memangnya kalau kita diundang, Nadya mau datang ke sana?” “Mengapa abang bertanya seperti itu?” “Sayang ... abang ra

