Kota Batam, kediaman Rania. Beberapa anggota inti keluarga Rania dan Adam sudah sampai di rumah mereka. Mereka datang dengan penuh suka cita. Canda tawa, senyum merekah hingga puja dan puji, terlontar dari bibir mereka masing-masing. “Assalamu’alaikum ....” “Wa’alaikumussalam ... Ibu, ayah ....” Rania menghampiri ke dua orang tuanya dan juga ke dua orang tua Adam. Mereka datang dengan membawa beberapa hasil alam. Selain itu, ada satu buah kantong besar yang tengah dijinjing oleh adik Rania, yakni pakaian adat Sumatera Barat yang memang sudah dipesan oleh Yumna. Ia juga ingin mengenakan pakaian adat dari kampung halamannya untuk hari penting dalam hidupnya. “Nene ... kakek ....” Yumna keluar dari kamarnya dan menyalami mereka semua dengan takzim. “Yumna sayang ... sicantik nenek akhir

