BAB 39 – Pengadilan Agama

1619 Kata

Kota Padang, 29 Oktober 2007. Mentari bersinar cerah menerangi bumi andalas. Wanita yang biasanya berada di ruangan sejuk dan berkutat dengan pekerjaannya, siang ini malah terduduk lemas di kursi ruang tunggu kantor pos Padang. Ada dokumen yang harus ia bayar di kantor ini guna untuk melengkapi persyaratan pengajuan gugatan cerai. Sedari pagi, Nadya mengendarai motornya menuju kantor pengadilan agama kota Padang guna mengurus berkas perceraiannya dengan Harun. Ia tampak sangat lelah dan wajahnya mulai memerah. Nadya sengaja ingin mengurus semua sendiri, demi menghemat pengeluarannya. Menyewa pengacara, hanya akan menghabiskan banyak dana, sementara dirinya dan anak-anak sedang butuh biaya besar. Keringat mengucur deras dari wajah Nadya tatkala wanita itu kembali ke gedung Pengadilan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN