Subuh menjelang, Nadya terjaga tatkala azan subuh mulai menggema di seantero negeri. Ia cukup terkesima melihat pemandangan yang tidak biasa. Ia menyaksikan Harun tengah bersimpuh di atas sajadah seraya melantunkan puja dan puji kepada Rabb sang maha pemilik hati. Pria itu terus berzikir seraya menitikkan air mata. Sesaat, Nadya tercenung dan kagum. Ia merasa ada getaran dalam hatinya. Namun, tatkala bayangan perselingkuhan Harun kembali hadir, tatkala bayangan wajah Rania kembali menghantui, rasa kagum itu seketika sirna. Nadya memalingkan muka seraya bangkit menuju kamar mandi untuk mensucikan diri dengan air wudu. Setelah mengambil wudu, Nadya ikut membentang sajadah di samping Harun. Tanpa menyapa ayah Jingga, Nadya mulai melaksanakan salat subuh dengan khusyuk. Setelah selesai mela

