"Iya, iya." Karena kaget, Gio hendak membalik tubuhnya hingga tangannya tersangkut. Ia baru sadar lengannya masih dipeluk sang istri. "Mas ...!" "Eh, maaf." Nina mendongak membuka mata. "Mas, ada apa? Kamu gak bisa tidur?" Gio menatap istrinya dengan gugup. "Emm ...." "Kamu kenapa? Banyak pikiran? Bukannya kamu sudah dapat proyeknya? Kamu mau kucarikan pakaian yang pantas untuk besok pagi? Jangan khawatir, Mas. Semuanya pasti berjalan lancar," sahut Nina yang matanya setengah terbuka berusaha menenangkan. "Ayo tidur saja." Ia tanpa sadar menarik tubuh suaminya. Gio terkejut. Kedua matanya melebar. Dirasakannya tangan sang istri menepuk-nepuk punggungnya. Gio merasakan hangat tubuh Nina. Tangannya terulur perlahan ingin memeluk sang istri, tapi di tengah jalan terhenti. Ia tidak mau

